Minggu, 23 Juni 2013

Saya belum pernah menyaksikan secara langsung proses hilangnya hidup seseorang, sebelum hal tersebut terjadi pada kakek saya sendiri.
Ia seorang professor, dosen pembimbing, pengajar
Ia seorang akademisi
Asumsi awalnya adalah ia seorang yang mendewakan logika
tapi tidak
Tuhan lebih dulu dicintainya

Saat ia menghembuskan nafas terakhirnya, hal yang saya ingat waktu itu adalah saya mendapati diri saya berlari menuju jendela terdekat.
Berharap menemukan sisa-sisa proyeksi astral, roh, nyawa atau apapun itu berterbangan diangkasa
Tetapi yang saya temukan hanyalah bintang yang berbaris rapi berdiam di langit malam
Mungkin ia telah menjadi salah satu dari mereka

Atau tidak!

Ia tentu tidak akan mau menjadi bintang yang hanya berdiam!
Toh dari dulu ia memang tidak betah untuk hanya berdiam diri.
Ia pasti melayang layang ke antah berantah!
Melihat riuh dunia dari ramainya bintang di antariksa untuk akhirnya pulang ke rumah putih besar di unjung jagad
Bergabung dengan kumpulan elektron lain
Bergabung dengan Yang Maha Terang, Yang Maha Kuasa.

Selamat jalan ki, cucu mu ini akan menjaga istrimu , anaknya , dan cucumu yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar