Kamis, 27 Juni 2013

Perang dunia terakhir dapat dengan singkat merangkum seluruh keegoisan manusia. Manusia-manusia berjenggot dari timur tidak dapat lagi menahan emosinya atas para manusia berdagu belah dua di barat. Mereka mulai saling mengirimkan anak-anak muda mereka ke perbatasan masing-masing. Mereka saling memastika kesementaraan masing-masing.

Dua tombol, berjarak jutaan kilometer, ditekan di waktu yang bersamaan. Ribuan jamur ledakan hasil nuklir mewarnai bumi pada saat itu. Bumi terpecah belah. Atmosfer tidak dapat lagi menahan isi bumi yang berhamburan ke antariksa, gravitasi pun lari dari tanggung jawabnya. Kita akhirnya ditiadakan oleh kaum kita sendiri dan meniadakan bumi, menghapusnya dari bima sakti.

Kursi itu, kursi kayu. Kursi itu menyaksikan berterbangannya benda-benda bumi. Seperti benda yang lain kursi itu pun menuju antah berantah. Melewati Mars lalu Jupiter, menjadi saksi bisu adu lempar gravitasi antar planet. Semua planet yang menolaknya, cepat atau lamban akan menjadi bintang yang seakan berdiam dibelakangnya. Monolith berterbangan. Cahaya adu cepat. Asteroid berbelok arah. Planet beradu gravitasi, saling menarik untuk akhirnya saling menghancurkan satu sama lain.

Kursi itu sendiri
Di pluto
Dan setelah berjuta tahun cahaya perjalanan yang ia tempuh
Aku mendudukinya.


Minggu, 23 Juni 2013

Saya belum pernah menyaksikan secara langsung proses hilangnya hidup seseorang, sebelum hal tersebut terjadi pada kakek saya sendiri.
Ia seorang professor, dosen pembimbing, pengajar
Ia seorang akademisi
Asumsi awalnya adalah ia seorang yang mendewakan logika
tapi tidak
Tuhan lebih dulu dicintainya

Saat ia menghembuskan nafas terakhirnya, hal yang saya ingat waktu itu adalah saya mendapati diri saya berlari menuju jendela terdekat.
Berharap menemukan sisa-sisa proyeksi astral, roh, nyawa atau apapun itu berterbangan diangkasa
Tetapi yang saya temukan hanyalah bintang yang berbaris rapi berdiam di langit malam
Mungkin ia telah menjadi salah satu dari mereka

Atau tidak!

Ia tentu tidak akan mau menjadi bintang yang hanya berdiam!
Toh dari dulu ia memang tidak betah untuk hanya berdiam diri.
Ia pasti melayang layang ke antah berantah!
Melihat riuh dunia dari ramainya bintang di antariksa untuk akhirnya pulang ke rumah putih besar di unjung jagad
Bergabung dengan kumpulan elektron lain
Bergabung dengan Yang Maha Terang, Yang Maha Kuasa.

Selamat jalan ki, cucu mu ini akan menjaga istrimu , anaknya , dan cucumu yang lain.

Sabtu, 08 Juni 2013

Salah

Diantara ratusan kode yang tak tersampaikan dan ribuan lemparan pesan yang gagal lewati tembok,
saya minta maaf dan kalau memang wanita dari venus dan pria dari mars,kamu mungkin akan menjadi satu-satunya wanita dari pluto.