Rabu, 11 Juli 2012

World Music?


Menurut saya musik tradisional itu tidak “nikmat” di kuping. Akui sajalah kalau kita adalah generasi yang diasuh, dididik, dan dimanjakan oleh layar tabung yang menampilkan gambar bergerak yang kita sebut televisi serta pipa informasi paling rumit yang kita sebut internet. Kita lebih familiar dengan Kotaro Minami dibanding Gatot Kaca atau Dora The Explorer dibanding Si Poncil. Pengaruh besar dari teknologi tersebutlah yang membentuk selera dari generasi kita sekarang. Membentuk mana yang “asik” dan mana yang tidak. Tetapi ada suatu fenomena yang terjadi didalam musik yang menurut saya cukup menarik untuk disimak.

World Music adalah sebutan untuk sebuah genre musik. World Music, menurut BBC, pertama kali lahir sebagai sebuah genre untuk mengkategorikan musik yang berada diluar pengaruh dari musik barat dan sering di katikan dengan musik etnis dan musik lokal dari suatu daerah [1]. Mengapa saya merasa tertarik dengan fenomena tersebut? World Music selain sebagai genre ia juga merupakan sebuah fenomena dimana musik lokal dan musik etnik dari suatu daerah dilihat mempunyai nilai jual yang cukup besar oleh beberapa label diluar sana sejak tahun 80-an. Mengapa saya mengaitkannya dengan nilai jual? Sebab menurut Stuart Ian Burns(seorang penulis artikel untuk BBC), World Music adalah sebuah nama genre yang diperuntukan untuk tujuan marketing atau “jualan”, dimana ia berusaha mengkategorikan musik yang berada diluar tatanan musik barat [2]. Dengan adanya kategori tersebut, para penikmat CD akan lebih mudah mencari dan mengkategorikannya sehingga lebih mudah untuk dijual sebagai sebuah produk. Bayangkan saja jika Sarden kita sebut dengan ikan yang sudah dimasak tapi diawetkan didalam kaleng yang bisa kita hangatkan kembali, tentu penjualan Sarden tidak akan sebesar sekarang bukan?

Dari fenomena tersebut saya merasa menemukan sesuatu yang lucu dan ironis. Bayangkan, sekelompok pemilik label barat bahkan sudah memperkirakan bahwa musik etnis dan lokal dari suatu daerah berpotensi memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga mereka dengan cepat memberikan istilah untuk musik tersebut agar dikemudian hari mudah dikategorikan, dikemas, dan dijual. Kesadaran akan hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan, sebab didalam validasi ilmu seni terdapat yang disebut Change and Continuity dimana seni akan terus menerus mengalami perubahan dan keberlanjutan, dengan dituntutnya keberlanjutan maka ia juga akan menuntut autentisitas dan originalitas seni tersebut. Lalu didunia yang penuh dengan kegiatan mempengaruhi dan dipengaruhi ini, musik apakah yang paling mendekati autentik dan original? Silakan tebak sendiri.

---------------------------------------------------------------------------------------------------


Daftar Pustaka
  1.        http://www.bbc.co.uk/radio3/worldmusic/a4wm2008/faq.shtml
  2.        http://www.bbc.co.uk/dna/collective/A2526815